Bromo : Obsesi SMA yang baru kesampaian pada saat kuliah

Rabu pagi 30/02/2008 ada sms masuk di hp q, setelah ku baca ternyata memberitahukan kalo touring ke bromo di percepat jadi malam ini (rabu malam) dari yang semula direncanakan pada hari sabtu dan minggu.

Berangkat dari surabaya Rabu malem, jam 20.00 dan sampai di Bromo Kamis pagi sekitar jam 03.00.
Maklumlah dalam perjalanan sering mampir dan juga berhenti untuk istirahat.
dalam touring malam itu jumlah rombongan ada 27 orang dengan 14 motor.

Legenda ku (motor q) juga sempat mogok karena gak kuat melewati jalanan menanjak yang terus-terusan menuju ke Bromo. Tapi untunglah ketika tidak membonceng teman motor q bisa jalan lagi.

Urusan Administrasi perlu negosiasi, mulai dari potongan tarif masuk sampai dengan ijin untuk membawa motor masuk kedalam kawasan bromo! alhamdulillah kami mendapatkan semuanya.

Pagi itu Bromo penuh dengan kabut, pandangan mata tak lebih dari 10 meter. setelah memarkir motor di tengah hamparan pasir. Kami berusaha mencari jalan menuju ke Puncak menembus kabut tebal. Target pertama yang kami cari adalah sebuah Pure, karena jalan menuju ke puncak berada di kanan dari pUre tersebut.

Kami sempat tesesat menuju jalan buntu, tapi untunglah tak terlalu jauh untuk kembali ke tempat semula, sebelum akhirnya kami menemukan jalan yang benar.

Keistimewaan rute pendakian di gunung bromo adalah jalan menuju ke puncak sudah dibuatkan tangga, sehingga memudahkan untuk naik.

Melihat Sunrise di bromo memang sangat indah walaupun saat itu kondisi langit, sedikit tertutup mendung, namun tetap saja cahaya orange dari mentari bisa menembuh celah-celah awan.
Kabut-kabut tipis yang berada di atas lautan pasir Bromo, seakan membuat kita berada di negeri di atas awan.
Lereng-lereng gunung yang memiliki banyak retakan batu lava pun membuat pemandangan semakin indah.
Kawah yang setiap saat menyemburkan asap putih juga pemandangan yang sangat menajubkan.

Dari atas bromo kita juga melihat pegunungan dan bukit yang mengelilinginya, dan yang paling jelas dan indah adalah Pemandangan gunung Bathok karena letaknya yang berdekatan dengan gunung bromo.

Tapi, sayang keindahan alam itu tak diiringi dengan kebersihan lingkungan, terutama kotoran kuda yang bercampur dengan pasir, sehingga membuat bau yang menyengat dan tidak nyaman.

Hari yang sudah mulai terang, kami pun turun menuju pendopo-pendopo yang berada di dekat pos perijinan untuk istirahat sebelum pulang ke surabaya

Leave a Reply